Kurikulum Merdeka membawa semangat baru bagi pendidikan Indonesia — tapi juga membawa beban administrasi baru bagi guru. Menyusun Modul Ajar yang lengkap, dari capaian pembelajaran sampai asesmen diferensiasi, bisa memakan waktu akhir pekan penuh. AI seperti Claude bisa menjadi asisten administrasi guru yang andal: memahami konteks Kurikulum Merdeka, menulis dalam Bahasa Indonesia yang tepat, dan menghasilkan dokumen yang siap diadaptasi dalam hitungan menit. Sepuluh prompt berikut akan membantu Anda menghemat puluhan jam per semester.

1. Modul Ajar Lengkap Satu Pertemuan

Use case: Generate kerangka Modul Ajar Kurikulum Merdeka satu pertemuan yang lengkap dan siap diadaptasi, dari identitas hingga refleksi.

Buatkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka untuk satu pertemuan dengan detail berikut:

Identitas:
- Mata Pelajaran: [MATA PELAJARAN]
- Fase / Kelas: [FASE A-F / KELAS]
- Sekolah: [SD / SMP / SMA / SMK]
- Alokasi Waktu: [JUMLAH JP x 45 menit]
- Topik: [TOPIK SPESIFIK]

Struktur Modul Ajar yang dibutuhkan:
1. Tujuan Pembelajaran (diturunkan dari Capaian Pembelajaran)
2. Profil Pelajar Pancasila yang disasar
3. Sarana dan Prasarana
4. Target Peserta Didik (reguler / berkebutuhan khusus / cerdas istimewa)
5. Model Pembelajaran yang digunakan
6. Kegiatan Pembelajaran: Pendahuluan, Inti, Penutup (dengan estimasi waktu)
7. Asesmen: diagnostik, formatif, sumatif
8. Pengayaan dan Remedial
9. Refleksi Guru
10. Lampiran: LKPD sederhana

Gaya bahasa: sesuai dokumen resmi Kemendikbud, namun mudah dipahami.

2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran dari Capaian Pembelajaran

Use case: Banyak guru kesulitan menerjemahkan Capaian Pembelajaran (CP) menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang terukur. Claude bisa membantu merumuskannya dengan tepat.

Bantu saya merumuskan Tujuan Pembelajaran dari Capaian Pembelajaran berikut.

Mata Pelajaran: [MATA PELAJARAN]
Fase: [FASE, contoh: Fase D = Kelas 7-9]
Capaian Pembelajaran:
[PASTE CAPAIAN PEMBELAJARAN DARI BUKU GURU / DOKUMEN KEMENDIKBUD]

Topik yang akan diajarkan: [TOPIK SPESIFIK DALAM CP INI]
Jumlah pertemuan yang direncanakan: [JUMLAH]

Tolong:
1. Identifikasi kata kerja operasional yang paling tepat (menggunakan taksonomi Bloom yang sesuai)
2. Rumuskan [JUMLAH] Tujuan Pembelajaran yang:
   - Dapat diamati dan diukur
   - Mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap
   - Relevan dengan level perkembangan Fase [FASE]
3. Untuk setiap TP, berikan indikator pencapaian yang konkret (minimal 2 indikator per TP)
4. Saran: apakah urutan pembelajaran sudah logis dari TP 1 ke TP terakhir?

3. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Satu Semester

Use case: Susun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) satu semester yang sistematis, dari topik yang paling dasar hingga kompleks, siap digunakan sebagai peta jalan pembelajaran.

Buatkan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) untuk satu semester.

Detail:
- Mata Pelajaran: [MATA PELAJARAN]
- Fase / Kelas: [FASE / KELAS]
- Semester: [GANJIL / GENAP]
- Jumlah minggu efektif: [JUMLAH] minggu
- JP per minggu: [JUMLAH] JP

Capaian Pembelajaran yang harus dicakup semester ini:
[PASTE CP YANG RELEVAN]

Buatkan ATP dalam format tabel dengan kolom:
| Minggu | Tujuan Pembelajaran | Materi Pokok | Alokasi Waktu | Profil Pelajar Pancasila | Asesmen |

Pastikan:
- Urutan logis (dari konkret ke abstrak, sederhana ke kompleks)
- Ada ruang untuk asesmen diagnostik di awal, formatif di tengah, sumatif di akhir
- Total alokasi waktu sesuai dengan minggu efektif yang tersedia
- Ada ruang untuk pengayaan dan remedial

4. Asesmen Diagnostik Awal Pembelajaran

Use case: Buat asesmen diagnostik untuk mengetahui pengetahuan awal dan kesiapan belajar siswa sebelum masuk ke topik baru — fondasi pembelajaran berdiferensiasi.

Buatkan asesmen diagnostik untuk topik [TOPIK] di mata pelajaran [MATA PELAJARAN] kelas [KELAS].

Tujuan diagnostik:
- Mengetahui pengetahuan prasyarat yang sudah dimiliki siswa
- Mengidentifikasi miskonsepsi yang mungkin sudah terbentuk
- Mengetahui gaya belajar dan minat siswa terhadap topik ini

Bentuk asesmen:
1. Asesmen Kognitif (5-8 soal):
   - Pertanyaan untuk mengecek pengetahuan prasyarat dari kelas sebelumnya
   - Mix: PG, isian singkat, atau pertanyaan terbuka singkat
2. Asesmen Non-Kognitif (5 pertanyaan):
   - Perasaan siswa hari ini
   - Kondisi belajar di rumah
   - Minat dan motivasi terhadap mata pelajaran
3. Panduan interpretasi hasil:
   - Jika siswa mendapat nilai < 60%: tindakan guru (remedial prerequisite)
   - Jika siswa mendapat nilai 60-80%: tindakan guru (lanjut dengan penguatan)
   - Jika siswa mendapat nilai > 80%: tindakan guru (pengayaan / akselerasi)

Format: bisa digunakan sebagai lembar kerja cetak atau Google Form.

5. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang Menarik

Use case: Generate LKPD yang tidak membosankan — dengan konteks nyata, pertanyaan bertahap, dan ruang refleksi yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa.

Buatkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk mata pelajaran [MATA PELAJARAN] kelas [KELAS].

Topik: [TOPIK]
Tujuan Pembelajaran yang diukur: [TUJUAN PEMBELAJARAN]
Durasi pengerjaan: [MENIT]
Dikerjakan: [INDIVIDU / BERPASANGAN / KELOMPOK]

Struktur LKPD:
1. Header: Nama, Kelas, Tanggal, Kelompok
2. Tujuan LKPD (dalam bahasa yang mudah dipahami siswa)
3. Aktivitas Utama:
   - Bagian A: Observasi / Eksplorasi (membangun rasa ingin tahu)
   - Bagian B: Analisis (pertanyaan bertahap dari mudah ke sulit)
   - Bagian C: Sintesis / Kesimpulan (siswa merumuskan sendiri)
4. Pertanyaan Refleksi (2-3 pertanyaan metakognitif)
5. Koneksi: bagaimana topik ini berhubungan dengan kehidupan nyata?

Gunakan konteks yang relevan dan menarik bagi siswa kelas [KELAS] di Indonesia.
Bahasa: mudah dipahami, tidak terlalu formal, sedikit mengajak berdialog dengan siswa.

💡 Hemat Waktu Administrasi, Fokus pada Mengajar

Guru-guru Indonesia menghemat 5-10 jam per minggu administrasi dengan Claude Pro — aktifkan sekarang via Send Gift, bayar rupiah tanpa kartu kredit.

Pesan via WhatsApp

6. Strategi Pembelajaran Berdiferensiasi

Use case: Rancang strategi pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman siswa — dari yang membutuhkan dukungan hingga yang sangat cepat belajar — dalam satu kelas yang sama.

Bantu saya merancang strategi pembelajaran berdiferensiasi untuk topik [TOPIK] di kelas [KELAS] saya.

Kondisi kelas:
- Jumlah siswa: [JUMLAH]
- Variasi kemampuan: [DESKRIPSI SINGKAT, contoh: 20% siswa cepat belajar, 60% rata-rata, 20% perlu dukungan ekstra]
- Gaya belajar dominan: [VISUAL / AUDITORI / KINESTETIK / CAMPURAN]
- Keterbatasan sarana: [DESKRIPSI, contoh: hanya 10 laptop, tidak ada proyektor]

Buatkan diferensiasi pada 3 aspek:
1. KONTEN (apa yang dipelajari):
   - Versi untuk siswa yang butuh dukungan
   - Versi untuk siswa rata-rata
   - Versi pengayaan untuk siswa cepat
2. PROSES (bagaimana belajar):
   - Variasi aktivitas yang bisa berjalan paralel
   - Panduan guru: bagaimana memfasilitasi 3 kelompok sekaligus
3. PRODUK (hasil belajar yang dihasilkan):
   - Pilihan output yang setara tapi berbeda format

Sertakan jadwal satu pertemuan yang menunjukkan alur ketiga kelompok secara paralel.

7. Panduan Refleksi Guru Pasca Pembelajaran

Use case: Buat kerangka refleksi guru yang mendalam dan terstruktur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di pertemuan berikutnya.

Bantu saya melakukan refleksi mendalam atas pembelajaran yang baru saya laksanakan.

Informasi pertemuan:
- Mata Pelajaran: [MATA PELAJARAN]
- Kelas: [KELAS], jumlah siswa hadir: [JUMLAH]
- Topik: [TOPIK]
- Model pembelajaran yang digunakan: [MODEL]

Apa yang terjadi (ceritakan secara jujur):
[CERITAKAN BAGAIMANA PEMBELAJARAN BERLANGSUNG — apa yang berjalan baik, apa yang tidak, respons siswa, momen yang tidak terduga]

Bantu saya menganalisis:
1. Apa yang berhasil dan mengapa?
2. Apa yang perlu diperbaiki dan apa akar masalahnya?
3. Bagaimana respons siswa mencerminkan efektivitas metode yang saya gunakan?
4. Apa yang akan saya lakukan berbeda di pertemuan berikutnya?
5. Pertanyaan reflektif yang lebih dalam untuk saya renungkan

Format output: jurnal refleksi terstruktur yang bisa disimpan sebagai dokumentasi pengembangan profesi.

8. Program Pengayaan dan Remedial yang Efektif

Use case: Rancang program pengayaan untuk siswa yang sudah tuntas dan remedial untuk yang belum mencapai KKM, tanpa harus mengulang seluruh materi dari awal.

Buatkan rencana pengayaan dan remedial untuk topik [TOPIK] mata pelajaran [MATA PELAJARAN] kelas [KELAS].

Hasil asesmen sumatif:
- Siswa yang belum tuntas: [JUMLAH] dari [TOTAL SISWA]
- Nilai rata-rata kelas: [NILAI]
- Konsep yang paling banyak salah: [DAFTAR KONSEP BERMASALAH]
- Siswa yang sudah tuntas dengan nilai sangat baik: [JUMLAH]

Buatkan:
PROGRAM REMEDIAL:
1. Identifikasi: apa saja miskonsepsi yang perlu diluruskan (bukan mengulang semua materi)
2. Strategi pendekatan yang berbeda dari pengajaran pertama
3. 5 soal latihan remedial yang ditargetkan pada konsep yang salah
4. Aktivitas mandiri yang bisa dikerjakan siswa di rumah
5. Kriteria ketuntasan remedial

PROGRAM PENGAYAAN:
1. Eksplorasi topik yang lebih dalam atau terkait
2. Proyek mini yang menantang (bisa dikerjakan mandiri)
3. Koneksi dengan mata pelajaran lain atau isu aktual

9. Rancangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Use case: Rancang kegiatan P5 yang bermakna, relevan dengan lingkungan sekolah, dan terintegrasi dengan beberapa mata pelajaran sekaligus.

Bantu saya merancang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) untuk kelas [KELAS].

Detail konteks:
- Tema P5 yang dipilih: [TEMA, contoh: Gaya Hidup Berkelanjutan / Kearifan Lokal / Bhinneka Tunggal Ika / Bangunlah Jiwa dan Raganya / Suara Demokrasi / Rekayasa dan Teknologi / Kewirausahaan]
- Topik spesifik projek: [TOPIK, contoh: pengelolaan sampah di sekolah / produk lokal daerah / ...]
- Jenjang: [SD / SMP / SMA]
- Durasi: [JUMLAH JAM] jam pelajaran / [MINGGU] minggu
- Mata pelajaran yang terlibat: [DAFTAR MAPEL]

Buatkan:
1. Deskripsi projek dan relevansinya dengan tema P5
2. Dimensi dan elemen Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan
3. Alur projek: Tahap Pengenalan, Kontekstualisasi, Aksi, Refleksi, Tindak Lanjut
4. Aktivitas konkret untuk setiap tahap
5. Instrumen asesmen P5 (berbasis rubrik dimensi PPP)
6. Produk akhir yang dihasilkan siswa
7. Peran guru dan pembagian tugas jika lintas mapel

10. Komunikasi Perkembangan Belajar kepada Orang Tua

Use case: Tulis laporan atau surat komunikasi perkembangan belajar siswa kepada orang tua yang personal, jelas, dan membangun, bukan sekadar nilai angka.

Bantu saya menulis laporan perkembangan belajar siswa untuk dikomunikasikan kepada orang tua.

Informasi siswa:
- Nama siswa: [NAMA] (boleh diinisialkan)
- Kelas: [KELAS]
- Periode laporan: [PERIODE]

Catatan guru tentang siswa ini:
- Kemajuan akademik: [DESKRIPSI SINGKAT]
- Kekuatan yang terlihat: [KELEBIHAN SISWA]
- Area yang perlu dikembangkan: [TANTANGAN SISWA]
- Sikap dan perilaku di kelas: [DESKRIPSI]
- Partisipasi dalam kegiatan: [DESKRIPSI]

Buatkan:
1. Narasi perkembangan belajar (200-300 kata) yang:
   - Dimulai dengan hal positif
   - Jujur namun tidak mempermalukan
   - Memberikan gambaran konkret (bukan hanya 'baik' atau 'kurang')
   - Mengakhiri dengan harapan dan ajakan kolaborasi orang tua
2. 3 saran konkret untuk orang tua dalam mendukung belajar anak di rumah
3. Kalimat penutup yang hangat dan mengundang diskusi lebih lanjut

Tone: profesional tapi hangat, empatik, bukan menghakimi.

Bonus: Kenapa Claude Lebih Efektif untuk Administrasi Guru?

Guru Indonesia yang sudah menggunakan AI untuk administrasi sering menemukan perbedaan nyata antara Claude dan AI lainnya untuk konteks ini:

  • Konteks 200K token: Paste seluruh dokumen CP, ATP, silabus, dan contoh Modul Ajar dari Kemendikbud sekaligus — Claude membaca semuanya dan menghasilkan dokumen yang konsisten dengan kerangka kurikulum yang Anda berikan.
  • Membaca PDF dan gambar: Upload PDF buku guru, foto halaman buku teks siswa, atau screenshot dokumen Kemdikbud langsung sebagai referensi.
  • Bahasa Indonesia yang benar dan formal: Dokumen administrasi guru membutuhkan Bahasa Indonesia yang baku dan tepat. Claude menghasilkan teks yang tidak perlu banyak editing.
  • Tidak ada batasan pesan: Menyusun Modul Ajar satu semester bisa membutuhkan puluhan sesi percakapan. Claude Pro tidak membatasi Anda di tengah pekerjaan.

Aktifkan Claude Pro dari Indonesia tanpa kartu kredit — bayar via QRIS atau transfer bank dengan metode Send Gift resmi. Pelajari lebih lanjut tentang fitur Send Gift Claude.

Siap Aktifkan Claude Pro?

Pesan sekarang via WhatsApp. Aktivasi resmi via Send Gift, beres dalam 5 menit, tanpa kartu kredit.

Pesan via WhatsApp

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apakah Modul Ajar yang dibuat AI sudah sesuai format Kemendikbud?
Claude bisa mengikuti format Modul Ajar Kemendikbud jika Anda menyebutkan komponen yang dibutuhkan dalam prompt (seperti yang ada di artikel ini). Anda tetap perlu menyesuaikan isi dengan kondisi kelas, sekolah, dan konteks lokal Anda. AI menghasilkan kerangka yang kuat — Anda yang menyempurnakan detailnya.
Bisakah Claude membaca PDF CP dan ATP dari Kemendikbud?
Ya, dengan Claude Pro Anda bisa mengunggah PDF dokumen Capaian Pembelajaran atau ATP dari situs Kemendikbud langsung ke dalam sesi chat. Claude akan membaca isinya dan membuat Modul Ajar yang sesuai secara kontekstual — ini adalah salah satu keunggulan utama Claude dibanding AI lain.
Apakah penggunaan AI untuk membuat dokumen administrasi guru diperbolehkan?
AI adalah alat bantu, seperti halnya komputer dan Microsoft Word. Yang terpenting adalah guru tetap memeriksa, memahami, dan mengadaptasi dokumen yang dihasilkan AI sesuai kebutuhan nyata siswa. Dokumen yang Anda buat dengan bantuan AI tetap merupakan hasil kerja Anda sebagai profesional pendidikan.
Bagaimana cara berlangganan Claude Pro dari Indonesia?
Anda bisa berlangganan Claude Pro lewat metode Send Gift resmi dengan pembayaran rupiah via QRIS, transfer bank, atau e-wallet — tanpa kartu kredit luar negeri. Panduan lengkapnya ada di artikel cara langganan Claude Pro Indonesia.
Bagikan: